Nadhor dalam As-Shafat 88


Masih dalam katagori mentadaburi kekuatan bahasa Al-Qur’an نظر melanjutkan tadabur sebelumnya. Allah berfirman tentang kisah pengelakan Nabi Ibrahim tatkala diajak mengikuti festifal ibadah kaumnya dalam tinjauan bahasa (As-Shafat 88).

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ

Terj depag: Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

Terj ana: Lalu ia benar-benar memandang dan berfikir (bernalar) ke bintang-bintang. 

Tafsir: 

Mayoritas ahli tafsir mengatakan bahwa kalimat “memandang ke bintang” hanyalah kiasan. Orang arab biasa mengungkapkan seseorang yang sedang berpikir dengan kalimat نَظَرَ فِي النُّجُومِ (memandang ke bintang-bintang)

Memandang ke bintang juga berarti memandang ke langit (siang malam bisa)

Qotadah berkata : Ibrahim nadhor ke langit memikirkan alasan untuk mengelak (dari festival ibadah yang akan mereka laksanakan)

Dalam tafsir Al-Qurthubi dijelaskan bahwa nabi Ibrahim nadhor ke langit, jadi tidak mesti ke bintang.

Hasan dan Tsa’lab mengembalikan kata النُّجُومِ (bintang-bintang) ke mashdar نجم (ide cemerlang); ia berkata أَنَّهُ نَظَرَ فِيمَا نَجَمَ لَهُ مِنَ الرَّأْيِ (Ibrahim memandang ide-ide terbaik untuknya)

* Menulis kata نجم jadi ingat kisah mengharukan Najmatullail rahimahallah pahlawan Uighur dari Xianxian. Ana rekomendasikan untuk membacanya di scribd, atau download di sini. Bahasanya mengena banget dan bikin marah karena Allah kepada Cina dan Rusia.

Akhirnya Nabi Ibrahim mendapatkan alasan yang tepat setelah ia فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ, yaitu: pura-pura sakit:

فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ

Kemudian ia berkata: “Sesungguhnya aku sakit”.

Ternyata, ide Nabi Ibrahim sukses, kaumnya membiarkan Nabi Ibrahim tidak mengikuti ibadah mereka:

فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ

Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.

Terjemahan depag memandang sekali ana ganti dengan benar-benar memandang dan berfikir (bernalar) sebab terjemahan ini lebih tepat dengan fungsi maf’ul mutlaq yang diinginkan dari نَظْرَةً

KESIMPULAN:

Bahwa kata nadhor dalam ayat ini menguatkan perbedaan antara نظر dengan رأي

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s