Rakaat Shalat Terawih


Pertanyaan:mohon info nih mengenai sholat Tarawih, soalnya di tempat saya ada
yg 20 dan 8 rakaat .
pertanyaan saya,
1. yg harus saya ikuti yg mana ?
2. dan apakah ada aturan yg mengatur tentang banyaknya rakaat dalam alqur’an

/ hadist.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelum menjawab pada pokok pertanyaan seputar shalat terawih, ana
ingin menyampaikan muqodimah-muqodimah penting yang sangat mendukung
dalam memahami jawaban tersebut, wa nastainu billah
__________________________________________________________________

Definisi

1. Definisi secara bahasa: Terawih dalam bahasa Arab adalah bentuk
jama’dari kata tarwihah artinya; waktu sesaat untuk istirahat. Di
namakan demikian karena para jamaa’ah beristirahat sejenak setelah
melaksanakan shalat tiap-tiap 4 rakaat.
[kamus lisanul arob]
2. Definisi secara syareat: Adalah shalat yang dilaksanakan secara
berjamaah pada malam-malam bulan ramdhan.
[Fathul Bary]
__________________________________________________________________

Hukumnya

Hukumnya adalah mustahab (sunnah) sebagaimana diterangkan oleh Imam
Nawawi ketika mensyarah sabda Nabi yang artinya:

“Barangsiapa menegakkan ramadhan (qoma ramadhana) dalam keadaan beriman
dan mengharap balasan dari Allah, niscaya diampuni dosa yg telah lalu”.
(HR. Muttafaq alaih)

“Qoma ramadhana” (menegakkan ramadhan) beliau syarah dengan shalat
terawih dan hal ini juga dipertegas kembali oleh Ibnu Hajar.
__________________________________________________________________

Lebih Afhal dilaksanakan sendirian di rumah atau berjamah di masjid?

Dalam permasalahan ini ada dua pendapat:

1.Afdhl dilaksanakan berjamah di masjid. Adalah pendapat Imam Syafi’i,
Abu Hanifah dan Imam Ahmad serta sebagian pengikut Imam Malik. Ulama
kontemporer yang berpegang pada pendapat ini adalah Syeih Al-Bani.

Kalau di dalam Al-Fath di sebutkan merupakan pendapat jumhur ulama
(mayoritas ulama).

Pendapat ini didasarkan pada beberapa hadits di antaranya hadits yang
diriwayatkan oleh Ibunda Aisyah ra, Abu Dzar ra, dan amalan Umar ra.

2.Afdhal dilaksanakan sendirian. Adalah pendapat Imam Malik, Abu Yusuf
serta sebagian pengikut Syafi’i. Dalil yang diambil adalah, hadits dari
Zaid bin Tsabit yang artinya:

“Wahai manusia, shalatlah di rumah kalian! Sesungguhnya shalat yang
paling utama adalah shalatnya seseorang yang dikerjakan di rumahnya
kecuali shalat yang diwajibkan”. (Mutafaq alaih)
__________________________________________________________________

Waktu

Selepas shalat Isya hingga fajar
__________________________________________________________________

Jumlah Rakaat

Inilah jawaban inti dari pertanyaan akhi…

Kaum muslimin secara umum dalam melaksanakan terawih terbagai menjadi
dua pendapat:
1. Pendapat yang melaksanakan 11 rakaat.
2. Pendapat yang melaksanakan 23 rakaat.

Berikut beberapa dalil yang dijadikan hujah:

Pendapat yang melaksanakan 11 rakaat.

Dalil-dalil shahih secara jelas menyebutkan jumlahnya adalah 11 rakaat.

1.Hadits riwayat Ibunda Aisyah ra, artinya:

“Tidakhlah (Rasulullah) melebihkan (jumlah rakaat) pada bulan ramadhan
dan tidak pula pada selain bulan ramadhan dari 11 rakaat”. (HR.
Bukhari)

Ibunda Aisya adalah manusia yang paling tahu keadaan Nabi di rumahnya
dan pada malam hari dan lainnya.

2.Diriwayatkan dari Imam Malik,dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin
Yazid bahwa Umar memerintahkan Ubai bin Kaab dan Tamim Ad-dari untuk
mengimami shalat berjamaah sebanyak 11 rakaat. (Takhrij Imam Malik)
[Al-Muawatha’]

Syeikh Al-Bani dalam penelitiannya menyampaikan sanad hadits ini sangat
shahih.

Penjelasan ulama kontemporer:
* Syeikh Al-Bani: sy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani berkata: “(Jumlah)
rakaat (shalat tarawih) adalah 11 rakaat, dan kami memilih tidak
lebih dari (11 rakaat) karena mengikuti Rasulullah, maka
sesungguhnya beliau tidak melebihi 11 rakaat sampai beliau wafat.”
* Muhammad Al-‘Utsaimin berkata: “Dan (hadits) ini merupakan nash
yang jelas dan perintah dari ‘Umar, dan (perintah itu) sesuai
dengannya karena beliau termasuk manusia yang paling bersemangat
dalam berpegang teguh dengan As Sunnah, apabila Rasulullah tidak
melebihkan dari 11 rakaat maka sesungguhnya kami berkeyakinan bahwa
‘Umar akan berpegang teguh dengan jumlah ini (yaitu 11 rakaat).

Pendapat yang melaksanakan 23 rakaat.

Hadist-hadit yang dipakai diantaranya:
1. Dari Yazid bin Ruman beliau berkata:

كَانَ النَّاسُ يَقُوْمُوْنَ فِيْ زَمَانِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِيْ
رَمَضَانَ بِثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ رَكْعَةً

“Manusia menegakkan (shalat tarawih) di bulan Ramadhan pada masa ‘Umar
bin Al-Khaththab 23 rakaat.” (HR. Al-Imam Malik)

Hadit ini tidak sah, ditinjau dari dua sisi:
* Sanadnya munqathi (terputus), sebab Yazid bin Ruman tidak hidup di
zaman Umar. Dalam ilmu hadits ini termasuk hadits dhaif.
* Hadit ini bertentangan dengan hadits shahih terdahulu yang
diriwayatkan Saib bin Yazid bahwa Umar memerintahkan Ubai bin Kaab
dan Tamim Ad-dari untuk mengimami shalat berjamaah sebanyak 11
rakaat. (Takhrij Imam Malik) .

2.Dari Abu Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman dari Hakam dari Miqsam dari Ibnu
‘Abbas:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّى فِيْ
رَمَضَانَ عِشْرِيْنَ رَكَعَةَ وَالْوِتْرَ

“Sesungguhnya Nabi shalat di bulan Ramadhan 20 rakaat dan witir.” (HR.
Ath-Thabrani )

Al-Imam Ath-Thabrani berkata: “Tidak ada yang meriwayatkan hadits ini
dari Hakam kecuali Abu Syaibah dan tidaklah diriwayatkan dari Ibnu
‘Abbas kecuali dengan sanad ini saja.”

Dalam kitab Nashbur Rayah dijelaskan: “Abu Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman
adalah perawi yang lemah menurut kesepakatan, dan dia telah menyelisihi
sebuah hadits shahih riwayat Abu Salamah.

Jadi hadits ini menyendiri, tidak ada hadits semisal yang lain plus Abu
Syaibah orangnya dhaif.

Kalau menurut Syiekh Al-Bani hadits ini termasuk hadits maudhu (palsu).

Ulama yang mendhaifkan diri Abu Syaibah yang bernama asli Ibrahim bin
Utsman di antaranya:
* Imam Ahmad, Abu Daud, Yahya, Ibnu Main menyebutnya dhaif.
* Imam Tirmidzi menyebutnya mukarul hadits (pengingkar hadits)
* Imam Bukhari mendiamkannya

Dan menurut Abu Hatim, para ulama meninggalkan hadits darinya.

Kesimpulan Mengenai Jumlah Rakaat

* Bahwa dari pembahasan kita ini ternyata hujah-hujah yang dibawakan
bagi yang melaksanakan 23 rakaat tidak ada yang shahih.
* Hujah-hujah jumlah rakaat terawih 11 rakaat adalah shahih dan bisa
dijadikan hujah.
__________________________________________________________________

Terus Saya Shalat di Masjid yg 11 rakaat atau 23?

Jika kita menginginkan ittiba rasul dan dalilnya sudah jelas-jelas
shahih mengapa harus ke masjid yang 23 rakaat?

Namun terkadang kondisi keilmuan masyarakat di satu tempat dengan
tempat lain berbeda. Kadang ada yang toleran tetapi banyak juga yang
tidak, walau secara umum ummat hari ini lebih toleran wal hamdulillah.

Jika kita dengan suatu alasan tertentu lebih madharat shalat 11 rakaat
maka tidak mengapa shalat 23 rakaat, dan shalatnya tetap sah sebab
memang tidak ada larangan qothi yang melarang shalat terawih lebih dari
11 rakaat dan bidah ini bukan termasuk katagori bidah mukafirah (bidah
yang mengeluarkan keislaman).

Atau ikut berjamaah bersama yang 23 rakaat kemudian setelah 8 rakaat
mundur dan melanjutkan shalat witir di rumah sendirian.

Ana pikir seandainya lingkungan tidak menerima 11 rakaat juga tidak ada
masalah yang terlalu beresiko bagi keselamatan nyawa kita karena banyak
yang tidak shalat terawih bahkan shoum (puasa) saja tidak
dipermasalahkan masyarakat. Walaupun kadang ada yang lucu; tidak shoum
dan terawih aman-aman saja tapi yang terawih rakaatnya beda
dimasalahkan. Solusinya sampaikan dalil kita….

Wallahualam smoga bermanfaat

Wassalam

__________________________________________________________________

Last updated 02-Sep-2008 13:52:10 WIT

4 thoughts on “Rakaat Shalat Terawih

  1. Klo benar dalil yang kuat untuk solat terawih itu 11 rakaat, kenapa ya kok di mesjid-mesjid besar separti Masjidil haram, mesjid Nabawi dan mesjidil aqsha salat terawihnya 23 rakaat? Bukankah itu menunjukkan bhw sejak dulu (zaman Nabi dan sahabat) di mesjid-mesjid itu rakaat terawihnya 23 rakaat? mhn penjelasan. Tengkyu.

  2. Ass, wah bener banget sobat, apa yang seharusnya wajib malah tidak dipermasalahkan, …memang aneh kita ini, pengennya mau menang sendiri aja and senang2 semaunya sendiri.
    tidak lupa bahasanya dan solusi tepat yang ditulis sobat di atas, wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s