Bentuk Daulah dalam Kacamata Ahlu Sunnah


Ikhwani rahimakumullah

Tulisan ini sebagai pembanding sekalipun tidak menyeluruh dari tulisan Prof DR Ahmad Mubarak MA di blog beliau http://mubarok-institute.blogspot.com/2008/07/daulah-islamiyyah-daulah-al-muslimin.html

Sayangnya ana bukan DR lagi Prof, tentunya banyak kekurangan dalam penjelasannya.

+++

Khilafah menurut definisi bahasa adalah Al-Imarah (organisasi) atau wakil dari yang lain atau Al-Imamah (kepemimpinan). Menurut Imam  Nawawi rahimahullah, al-imamah dan khilafah adalah sama maknanya.

Berkenaan dengan wujudnya khilafah, terjadi perbedaan di kalangan muslimin saat ini.Sebagian kalangan menganggap khilafah tidak wajib, dengan alasan tidak ada dalilnya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah melainikan hanya ijtihad para fuqaha.

Ada pula sebagian kaum muslimin yang menyatakan bahwa hukumnya wajib dan menjadikan arah serta ghayah perjuangannya hanya untuk khilafah. Bahkan syi’ah menempatkan khilafah (imamah) sebagai rukun iman dan ini nyata-nyata tergelincir dari sunnah.

Bagaimana sebenarnya kedudukan khilafah menurut ahlu sunah wal jama’ah di antara perselisan pendapat-pendapat tersebut? Ana mencoba mengurainya secara sederhana, dan pembahasan ini bukan untuk menambah ramai suasana, tapi ana hanya menyampaikan pendapat ahlu sunnah yang dapat dipertangung jawabkan.

Menurut ahlu sunnah wal jama’ah, menegakkan khilafah adalah wajib hukumnya, sebagaimana diterangkan oleh banyak salaf seperti Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, Al-Haitami dll. Mereka yang tidak sepakat dalam hal ini adalah pendapat dari Khawarij dan Mu’tazilah. Status hukum menegakkan khilafah fardhu kifayah bukan fardhu ain.

Dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban menegakkan khilafah di antaranya:

Firman Allah Al-Baqarah 30
Artinya: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya:
Ayat ini adalah dasar dalam mengankat imam dan khalifah yang di dengar dan ditaati, agar persatuan berkumpul dengannya dan hukum-hukum Khalifah diterapkan dengannya. Tidak ada perbedaan dalam wajibnya hal itu di antara umat dan tidak pula di antara para imam kecuali apa yang diriwayatkan dari al-asham al-mu’tzily sedang dia itu tuli dari syareat ini. (tafsir Al-Qurthbi)

Firman Allah Al-Maidah 48
Artinya: Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad-Dumaiji menjelaskan: Inilah pertintah dari Allah yang ditujukan kepada Rasulullah untuk menegakkan hukum di antara manusia dengan apa yang siturunkan oleh Allah yaitu syareatnya. Perintah yang ditujukan kepada Rasulullah dan ummatnya selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya. Begitu juga dalam masalah ini, tidak ada dalil yang mengkhususkannya, maka perintah untuk menegakkan hukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah ini juga ditutujukan kepada seluruh kaum muslimin. Penegakkan hukum ini tidak akan tercapai kecuali jika khilafah dan imamah tegak. (Imamatul Uzma Inda Ahli Sunnah wal jama’ah)

Dari As-Sunnah
Dari Abu Hurairah, dari Abdullah bin Amru sesungguhnya Rasulullah bersabda: Tidak halal jika tiga orang melakukan perjalanan di muka bumi kecuali salah seorang diantara mereka menjadi pemimpin. (Abu Dawud dan Ahmad dalam Kitabul Jihad)

Dalil ijma
Syeikh Abu Bashir menjelaskan: Kaum muslimin berijma atas kewajiban amal dalam rangka menegakkan khilafah rasyidah dan mengankat imam ‘am (pemimpin umum) sebagai khilafah yang memimpin seluruh kaum muslimin. (Ath-Thariq ila Istinafi hayah islamiyah khilafah rasyidah ‘ala dhau’ kittab wa sunnah)

Al-Haitami berkata: Ketahuilah bahwa para sahabat telah berijma bahwa pengangkatan imam setelah masa nubuwah adalah wajib. Bahkan mereka menganggap seabgai kewajiban yang sangat penting sehingga mereka menunda pemakamam Nabi untuk urusan ini. (As-Sawaiq Al-Muhariqah)

Al-Mawardy berkata: Mengangkat imam bagi orang yang mempu menegakkannya di tengah ummat adalah wajib berdasarkan ijma. (Al-ahkam Al-Sulthaniyah)

Ibnu Khaldun berkata: Mengangkat imam adalah wajib. Hal ini diketahui dari ijma para sahabat dan tabi’in, Karena para sahabat ketika Rasulullah wafat bersegera untuk membaiat Abu Bakar dan menyerahkan urusan mereka kepada beliau. Begitu juga masa-masa setelahnya.

Masa pemerintahan yang menaungi kaum muslimin dalam hadist.

Sebuah hadist diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan di shahihkan oleh Syeikh Al0Bani dan Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah dan diriwaytkan pula dari jalur Abu Ubaidah bin Jarrah dan jalur Khuzaifah, menjelaskan tentang fase-fase pemerintahan yang akan dihadapai oleh kaum muslimin.

Rasulullah bersabda: Masa kenabian akan berlangsung di tengah kalian selama masa yang dikehendaki Allah.Kemudian Allah akan mengangkatnya jika telah menghendakinya. Kemudan akan berlangsung masa kekhalifahan yang sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh Nabi saw (ala minhajin nubuwah) selama masa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah akan mengagkatnya jika Ia telah menghendakinya. Kemudian akan berlangsung masa kekuasaan para raja yang menggigit (mulkan ‘adhudh), selama masa yang dikehendaki oleh Allah.Kemudian Allah akan mengagkatnya jika Ia telah menghendakinya. Kemudian akan berlangsung masa raja yang diktaktor  (mulkan jabbar), selama masa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah akan mengagkatnya jika Ia telah menghendakinya. Kemudian akan berlangsung masa kekhilafahan yang sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh Nabi.  “Kemudian Nabi diam”).

Fase pemerintahan yang akan menaungi kaum muslimin dari hadits di atas terbagi menjadi 5 fase:

1.Masa kenabian berlangsung selama 23 tahun.

2.Masa khilafah rasyidah. Dimulai dari periode Abu Bakar sampai Ali radhiallahu anhum. Beberapa riwayat mengatakan berlangsung selama 30 tahun,seperti riwayat dari Safinah bahwa Rasulullah bersabda: Masa khilafah itu akan berlangsung selama 30 tahun, setelah itu akan berbentuk kerajaan. (Abu Dawud 4647 dan At-tirmidzi 2226). Imam As-Suyuthi menambahkan masa kekhalifahan Al-Hasan  bin Ali.

3.Masa pemerintahan monorki. Masa ini disebut sebagai mulkan ‘adhudh (raja yang menggigit). Imam Nawawi menjelaskan: “Setelah berlalu masa khilafah yang sesuai dengan metode yang di tempuh pada zaman kenabian maka pemerintahanan berbentuk monarki.”
Masa ini dimulai sejak berdirinya daulah Bani Umayah hingga daulah Turki Utsmani.

4.Masa penguasa diktaktor (mulkan jabbar). Berbeda dengan mulkun adhudh yang masih menerapkan hukum Islam sebagai satu-satunya produk dan pengambilan keputusan hukum. Periode ini benar-benar melepaskan hukum Islam dalam pemerintahannya dan menggantinya dengan hukum buatan manusia, atau setidaknya secara sistem telah mencampur adukkan hukum Islam dengan hukum positif buatan manusia. Masa ini terjadi pasca dibubarkannya Khilafah Utsmani pada tahun 1924 sampai detik ini.

5.Masa kembalinya khilafah rasyidah. Setelah masa mulkan jabbar runtuh, maka khalifah rasyidah akan kembali memerintah kaum muslimin sesuai dengan manhaj nubuwah. Janji ini juga dipertegas dalam surat An-Nur 55. Kapan datangnya janji Allah ini? Kita semua tidak tahu karena masuk dalam perkara yang ghaib, yang wajib bagi kita adalah upaya maksimal untuk menegakkannya kembali sesuai dengan panduan salaf shalih.

Setelah itu datang kiamat dan kita dibangkitkan untuk mempertanungjawabkan amal kita.

2 thoughts on “Bentuk Daulah dalam Kacamata Ahlu Sunnah

  1. Khilafah Rashidah pasti datang itu janji Allah. Ada rahasia besar kejumpaan dan ‘jelmaan jasmani dan roh’ Melaka untuk umat Muhammad akhir zaman. Kebangkitan Islam kali kedua pasti berlaku kerana itulah ‘grand design’ Allah s.w.T. Sesuai dengan janji Allah dan bukti-bukti nyata maka Islamlah yang akan menggantikan kuasa barat sebagai super power dunia nanti. Ini giliran Islam. Islam akan bangkit kembali dan menjadi sebuah empayar dan sekali lagi bumi akan dinaungi oleh keadilan dan kemakmuran. Dunia akan diserahkan lagi kepada umat Islam sebagaimana Allah telah menyerahkannya kepada Rasulullah dan para Sahabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s