I’rob dan Tafsir Hamdallah


I’rob

الْحَمْدُ Mubtada marfu tandanya dhamah karena isim ma’rifat yang ada “al” terletak diawal kalimat
لِ Harfu jar
الله Isim majrur dan jar majrur adalah khabar marfu tandanya kasrah karena terkena huruf jar yaitu “lam”
رَبِّ Badal mudhaf majrur juga sebagai na’at karena mensifati kata “Allah”
الْعَالَمِينَ Mudhaf ilaih

Kosa kata

الْحَمْدُ : pujian yang mengandung kesyukuran, terima kasih, kebaikan. Pujian yang sempurna. AL ma’rifat berfungsi sebagai al istigroq; artinya Dialah yang berhak menyandang seluruh pujian yang sempurna dengan segala cakupannya.

ل : harfu jar: untuk, milik, bagi (UMB). Mengandung arti “UMB raja/kaisar/emperor”, “UMB penguasa/pemilik”, berfungsi sebagai al-istihqoq (artinya yang berhak), peng-umuman/ikrar/deklarasi/penjelasan/bayan, ta’ajub.

الله : Nama Allah.

رَبِّ : pemilik, tuan yang ditaati, pemelihara.

الْعَالَمِينَ : (jamak mudzakar) à عَالَمٌ ج عَالموْنَ .

Ahli lughah berselisih pendapat mengenai asal kata عالم :

  1. Berasal dari kata عِلْمٌ (ilmu, pengetahuan), maka:عالم : artinya isim mufrad meliputi mudzakar maupun muanats baik berakal maupun tidak berakal.عالمون : jamak mudzakar hanya untuk yang berakal.
  2. Berasal dari kata عَلاَمَةٌ (tanda, alamat) karena menunjukkan terhadap ciptaan-Nya.

Karena perbedaan asal kata ini maka para ahlu tafsir juga berbeda dalam menafsirkannya.

Terjemahan

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Tafsir

الْحَمْدُ

Ibnu Jarir berkata: “Adalah kalimat syukur yang murni ikhlas bahwa Allah sebagi satu-satunya Rabb yang disembah serta atas nikmat-nikmatnya yang dapat dihitung oleh seorangpun kepada makluk-Nya”.1

Dari penjelasan Ibnu Jarir ini mengungkap bahwa kalimat alhamdulillah terkandung kalimat tauhid.

Syeikh Asy-Syinqithi berkata: “Allah tidak menyebutkan pujian-Nya terkait dengan dhorof makan atau terkait dengan suatu zaman tertentu. Pada ayat lainnya Allah menyebut pujian-Nya terkait dengan dhorof makan atau zaman tertentu, contohnya yang terkait dengan dhorof makan yaitu dalam surat Ar-Rum Allah berfirman:

{وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى * ٱلسَّمَـٰوَاتِ وَٱلاْرْضَ}

dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi.

Dalam surat Al-Qoshos mengenai dhorof zaman, Allah berfiman:

وَهُوَ ٱللَّهُ لا إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلاْولَىٰ وَٱلاْخِرَةِ

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Ibnu Abbas berkata: الحمد لله merupakan perkataan setiap orang yang bersyukur.

Adam as tatkala bersin mengucapkan الحمد لله .

Allah berfirman kepada Nuh as “Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang dzalim.” (23:28).

Perkataannya Nabi Ibrahim dalam surat Ibrahim. Perkataannya Dawud dan Sulaiman “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman” (27:15).

Firman Allah kepada Nabi Muhammad saw “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya” (17:111).

Perkataan penghuni surga “Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri” (35:34) serta “Doa mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka ialah: “Salam”. Dan penutup doa mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil `aalamin.” (11:10).

Hadist yang berkaitan dengan kalimat ini

  1. Hadist ditakhrij olehTirmidzi, Ibnu Majah dan An-Nasa’i, dari Jabir bin Abdullah; Rasulullah saw bersabda:
  2. أفضل الذكر لا إله إلا الله, وأفضل الدعاء الحمد لله

    “Dzikir yang paling utama adalah Laillaha illallah dan do’a yang paling utama adalah alhamdulillah”.

  3. Hadist ditakhrij Ibnu Jarir dari Anas bin Malik; Rasulullah saw bersabda:
  4. لو أن الدنيا بحذافيرها في يد رجل من أمتي ثم قال الحمد لله كان الحمد لله أفضل من ذلك

    “Seandainya dunia dengan seluruh isinya diletakkan pada tangan seseorang dari ummatku kemudian dia berkata Alhamdulillah, maka kaliamat Alhamdulillah lebih utama dari dunia itu”.

لِلَّه

Lam adalah harfu jar berfungsi sebagai الإِسْتِحْقَاق , maksudnya Allah satu-satunya yang berhak menyandang segala bentuk dan macam pujian.

Ibnu Abbas berkata: Allah adalah yang mempunyai sifat ketuhanan dan hak untuk disembah bagi semua makhluk-Nya tanpa terkecuali.

Allah merupakan nama Allah yang paling agung dan tidak ada selain darinya berhak menyandang nama ini.

رَبِّ الْعَالَمِينَ

Para ahlu tafsir berbeda pendapat tentang makna alam, perbedaan ini dikarenakan pengambilkan asal kata yang telah dijelaskan diatas :

  1. Sesuatu yang berakal, seperti malaikat, manusia dan jin. Merupakan pendapat Ibnu Abas, Said bin Jubair,Mujahid dan Ibnu Juraij.
  2. Alam dunia dan isinya.
  3. Seluruh ciptaan Allah di dunia dan di akherat. Merupakan pendapat Abu Ishah Az-Zujaj.

Ibnu Katsir berkata: semua yang wujud selain Allah ta’ala adalah alam.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ibnu Abas berkata: “Alhamdulillah bagi-Nya seluruh penciptaan langit dan bumi dan apa yang didalamnya dan apa yang diantara keduanya yang kita ketahui ilmunya dan tidak kita ketahui”.

Wallahu’alam

الحمد لله رب العلمين

Referensi

1.Ibnu Katsir: Tafsir Ibnu Katsir

2.Abu Bakar Al-Jazairi: Aisiru Tafasir

3.Al-Mawardi: Tafsir Al-Mawardi

4.As-Sinqithi: Tafsir Adwaul Bayan

4 thoughts on “I’rob dan Tafsir Hamdallah

  1. salam akhy, saya sangat tertarik dgn tafsiran antum. Tetapi ana ada soalan, kenapa antum menafsirkan ‘alhamdu’ sebagai segala pujian padahal terdapat ‘al’ ma’rifah di depan isim ‘hamd’ yang bermakna pengkhususan bukan segala atau ”Am’. Bukankah justeru itu ia ditafsirkan sebagai : Pujian yg khusus bagi Allah, berdalilkan juga dgn perintah Allah menyuruh kita memuji Allah hanya dgn pujian yg Allah ajarkan pd kita.(Asmaul husna) Pujian pd manusia tidak sama dgn pujian pd Allah…

  2. Wassalam, “segala puji” adalah terjemahan depag, terjemahan yang masih sederhana.

    al-ma’rifah berfungsi sebagai al istigroq: segala/seluruh/semua pujian “hamdu” hanya “khusus” disandangkan pd Allah
    Jazakallah

    • Salam alghaits harap penjelasan:
      1) ‘terjemahan depag’ kurang jelas pd ana siapa ‘depag’
      2) Antum tulis al ma’rifah berfungsi sebagai al-istiqro’. Apakah ma’rifah boleh di aplikasikan dengan istiqro’ dalam tauhid uluhiyyah? Ma’rifah mengkhususkan tanpa mengumumkan(sila rujuk nahu/kutub tauhid). Penggunaan Istiqro’ pula dalam usuluddin dan fiqhiyyah mengaplikasikan penggunaannya untuk menetapkan hukum kerana amal min wahid ila kathrah(kitab usuluddin/fiqh usul) tetapi apakah istiqro’ boleh digunakan pada ALLAH padahal terdapat 2 kategori pujian/ thana’ain – hamdan lilkhaaliq wa lilmakhluuq di mana satu ma’rifah khaas dan yg lagi satu aam? Masykuur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s