Belajar Bahasa Arab, Mulai dari Mana?


Antum yang mengenyam di pendidikan madrasah-madrasah diniyah tentunya tidak akan dipusingkan dengan pertanyaan ini. Begitupula bagi Antum yang belajar bahasa Arab via ta’lim-ta’lim lughawi maupun kursus-kursus (daurah) singkat, sebab Antum hanya mengikut kurikulum yang telah ditetapkan.

Tepatnya pertanyaan ini ditujukan bagi mereka yang telah atau sedang mempelajari bahasa Arab, namun setelah sekian lama perjalanan berlalu, kok ilmunya tidak nyantol-nyantol juga. Bejibun kaedah mbulet-bulet makin ruwet, apatah lagi ketika berusaha mengujinya dengan membaca kitab-kitab kuning. Wuihh… Tambah mumet.

Suatu ketika ada santri silaturahmi ke rumah ana. Beliau sambil kuliah nyantri di sebuah pesantren mengkaji Nahwu Sharaf selama 1 tahun. Kitab yang telah dipelajari adalah Al-Jurumiyah dan sekarang sedang mempelajari Imrithi.

Alkisah, beliau mengeluhkan kenapa tidak bisa-bisa baca kitab kuning. Ana sendiri heran, masak begitu, padahal jika Al-Jurumiyah saja dipelajari selama 1 tahun, mestinya bisa baca.

Ok, kemudian ana uji dengan sebuah kalimat yang paling mudah. هَذَا رَجُلٌ . Subhanallah.. Gak bisa baca. Isyim isyarahnya dibaca هَذِا (hadzi) sedang رَجُلٌ dibaca رِجَلٌ . Mubtada tidak paham, khabarnya kabur.

Benar, tentu ini hanya oknum. Oknum santri, itupun kebetulan karena faktor lain bukan karena bodoh. Aktivitas perkuliahan menyedot energinya sehingga beliau mendapati kesulitan mengikuti materi pesantren. Buktinya, di Al-Ghaits, beliau hanya memerlukan 4 kali pertemuan saja untuk mengikuti ujian membaca dan mengi’rob jumlah ismiyah, padahal standarnya 6 atau 7 pertemuan baru bisa baca. La haula wala quwwata illa billah.

Sebelumnya ana juga kedatangan seorang mahasiswa PT Islam. Keluhannya sama. Bingung bagaimana caranya biar bisa baca kitab kuning. Padahal sudah berapa kali loncat kursusan Nahwu Sharaf, pindah sana pindah sini.

Kenapa kemampuan bahasa Arab kita lamban bak kura-kura? Salah siapa? Hal ini paling tidak dikarenakan kita salah masuk jurusan program studi. Sebab bahasa Arab memiliki beberapa konsentrasi bidang studi di antaranya untuk pemula:
1.Muhadatsah (conversation)
2.Nahwu
3.Sharaf (keduanya gramatikal)

Jika kita ingin cas-cis-cos bahasa Arab, masuklah ke lembaga-lembaga atau ta’lim lughah yang mengajarkan kurikulum berbasis muhadatsah. Tapi jika ingin baca kitab kuning, salah kelas jika Antum mengambil muhadatsah.

Biasanya kurikulum muhadatsah menggunakan buku Durusulughah Al-Arabiyah dari Gontor atau Al-Arabiyatu Linnasyi’in yang merupakan buku ajar tingkat SD di Saudi. Bagi alumnus-alumnus Madinah, LIPIA atau ma’had under yayasan AMCF akan menggunakan Silsilah Lughah Al-Arabiyah. Belajar muhadatsah tidak akan efektif tanpa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedang kurikulum Nahwu Sharaf biasanya menggunakan kitab-kitab ini:
1.Al-Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah, Al-Amtsilatu Tashrifiyah, umumnya dipakai di lembaga salafiyah.
2.Nahwu Wadhih, Silsilah Lughah Al-Arabiyah, umumnya digunakan di lembaga modern.

Ada pula lembaga-lembaga pendidikan yang membuat modul yang menggabungkan 3 bidang studi itu, seperti kurikulum milik Depag. Hasilnya… Biasanya kacau (sering :)), karena pinginnya bisa semua tapi karena setengah-setengah dan faktor-faktor lain maka … 3 tahun tetap tidak bisa bahasa Arab atau baca kitab, kecuali yang mujahadah.

Kurikulum pada lembaga salafiyah lebih menekankan pada hafalan. Sebab itu, banyak santri yang hafal Jurumiyah tapi tak paham maksudnya. Sedang lembaga-lembaga modern lebih menekankan kaedah dan contoh, sebab itu mudah paham tapi cepat lupanya.

Lalu dari mana memulai?
Lho kok gak ada jawabannya…?

13 thoughts on “Belajar Bahasa Arab, Mulai dari Mana?

  1. Bisa di dapatkan di LIPIA atau mahad-mahad yang mengikuti kurikulum LIPIA seperti mahad2 dibawah AMCF seperti mahad Abu Bakar UMS di Solo dan UMY Jogja

  2. yang sering jadi permaslahan saya adalah ketika menerapkannya untuk menyusun rangkaian kalimat dari indonesia ke bahasa arab solusinya gman?

  3. untuk temen 2 yg mau belajar bahasa arab ana kabarkan bahwa bahasa rab itu tidak sulit walaqad yassarnal-qur’ana lidzikri fahal min mudzakkir.

    • Aslinya sulit, jauh lebih sulit dari b inggris, kemudian turunlah Al-Quran dengan berbahasa arab dengan mu’jizat kemudahan mempelajari dan memahaminya.

      Bahasa arab berkembang dengan sangat cepat keseluruh dunia, bahkan menjadi bahasa ibu di puluhan negara setelah turunnya Al-Quran.

      Mari kita perhatikan sama2: “walaqad yassarnal-qur’ana”: aslinya sulit kemudian dimudahkan Allah.

  4. Assalamu’alaikum
    saya ingin berbagi tips kepada Ikhwah sekalian, untuk bisa atua dengan mudah mendalami Bahasa Arab, ikuti tahapan-tahapan berikut
    1. Iklashkan niat dan bulatkan tekad mau belajar Bahasa Arab, Motivasinya agar dapat memahami Dinul-Islam
    2.belajar dulu Muhadatsah/ hiwar (percakapan)
    3. belajar nahwu & shorf
    4. belajar Qaidah imlaiyyah
    5. belajar Balaghah dan adab ( kesustraan arab)
    6. bergaul dengan orang arab atau yang dapat berbicara bahasa Arab
    dengan demikian saya yakin, antum sekalian bisa menguasai Bahasa rab dengan Mudah. selamat mencoba

  5. Salam.saya juga mau belajar (sangat serius!)supaya bisa baca kitab arab gundul dengan lancar dan bukan karena hapal kitab/bukunya. kemana saya harus hubungi anda?ato mungkin alamat yang bisa saya capai. Saya tinggal di daerah Jakarta timur.terimakasih banyak.

    • Wassalam, maaf baru balas.

      Di Jakarta kan pusatnya b. Arab pak. Ada LIPIA dsb, dan banyak juga ustadz yg mumpuni yang berceceran dimana2 (maksudnya saking banyaknya ustazd).

      Ana baru belajar dan kemudian memberanikan diri menungkannya di blog supaya ada yang mengkoreksi dan menyemangati muslimin yang lain dalam rangka khidmat kepada Al-Quran (Soalanya ana ga skaya raja Fahd yg mbagi quran gratis).

      Ana sekarang mukim di Palu Sulawesi Tengah. Jauh ya pak…

  6. Iya bagamana?
    Saya tinggal di kalisari ps rebo jaktim,kalo say ingin bisa baca kitab gundul dan mengerti maknanya bisa ga dibantu?trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s