Sejarah Terkotak-kotaknya Umat Islam


Coba, sadari, bukankah umat Islam di dunia ini lebih dari 1 milyar jumlahnya. Kekuatan yang luar biasa, hal ini dapat kita lihat di Asia Tenggara saja dimana kaum muslimin menjadi mayoritas. Akan tetapi dengan Jiran terdekat saja, kita dan mereka saling inajk, saling ejek dan saling sikut. Padahal sama-sama negeri dengan jumlah umat Islam mayoritas pun para pemimpinnya agamanya sama. Mengapa?

Untuk memahami masalah ini dengan baik, ditengok kembali kilas balik sejarah, baik sejarah kawan (sejarah Islam) maupun sejarah lawan (selain Islam, salibis dan sebagainya). Sejarah Islam khususnya dimuali sejak melemahnya Khilafah Utsmaniyah di Turki pada paruh pertengahan akhir abad 18 Masehi, kemudian sirna dari permukaan bumi pada tahun 1924 M (kekuasaan Khilafah Utsmaniyah selama + 600 tahun, dari tahun 1300 M hingga 1924 M) sampai hari ini.

Adapun sejarah lawan, khususnya mulai ambruknya kekuasaan gereja di Eropa kemudian dibentuklah negara-negara yang baru yang memiliki perbatasan-perbatasan dan kekuasaan yang diakui sebagai tuntutan dari hasil keputusan perjanjian Lestivalia tahun 1648 M. Sesudah terjadi peperangan demi peperangan di Eropa, perang selama 30 tahun antara negara kafir Katolik melawan protestan, lalu muncullah agama sekuler (sekularisme) dengan demokrasi dalam bidang politik, kapitalisme dalam bidang ekonomi dan liberalisme dalam bidang sosial.

Negara-negara yang modern tersebut saling gontok-gontokan, saling berselisih saling berperang yang tidak berkesudahan, berpuluh-puluh juta jiwa yang terkorban dalam Perang Dunia I (1914-1918 M) 10 juta, dalam Perang Dunia II (1939-1945 M) 5 juta. Belum lagi peperangan-peperangan sebelumnya, baik perang antar negara-negara Eropa maupun antara Amerika Utara dan Selatan. Padahal mereka sama-sama kuffarnya, sungguh benar firman Allah Ta’ala, “Kamu mengira mereka bersatu sedang hati mereka berpecah belah.” (S.Al Hasyr: 14) dan (S.Al Maidah: 14, 64)

Kenapa mereka berperang? Tak lain dan tak bukan hanyalah karena masing-masing mau berkuasa di Eropa dan berebut untuk dapat menguasai negara-negara jajahan yang belum maju di sebrang laut (Afrika dan Asia) demikian juga negara-negara modern di Amerika Utara dan Selatan.

Abad demi abad saling ganti berganti. Negara setan modern yang berkuasa dan bercokol congkak, sombong, dan pongah di atas permukaan peta dunia. Maka abad 16 Masehi adalah abad Spanyol dan Portugal (Portugis), abad 17 Masehi abad Belanda, abad 18 dan 19 Masehi, dua abad ini adalah abad Inggris dan Prancis dan abad 20 adalah abad Amerika. Kita berdoa semoga Allah Ta’ala menghancurkan Amerika dan seluruh orang-orang kafir dan menjadikan abad-abad berikutnya abad-abad Islam dan kaum muslimin. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Kemudian sesudah negara-negara poros setan itu khususnya Inggris, Prancis, Itali, dan Yunani yang dikendalikan oleh Zionis internasional bekerja sama dengan para munafiqin yang ajam maupun yang arab, berhasil menggulingkan kekhalifahan Islam Utsmaniyah di Turki. Maka mereka para syaitan itu membuat seribu satu makar dan strategi antara lain satu saja yang akan saya sebutkan di sini yang berhubungan dengan bahasan kita yaitu: Membagi-bagi dan mengkotak-kotakkan serta memecah-mecahkan seluruh bumi dan wilayah yang tadinya berada di bawah kekuasaan khilafah, baik yang ada di Eropa Timur dengan sebutan negara-negara Balkan, maupun yang berada di Arab dikotak-katikkan sebagaimana yang kita lihat sekarang ini dan termasuk juga negara-negara yang ada di Asia Timur, Afrika Timur, dan lain sebagainya.

Masing-masing petaan bumi mereka bikin batasan-batasan, lalu mereka angkat penguasa-penguasa yang mereka akui dan mau tunduk kepada mereka dan yang siap menjalankan segala kebijaksanaan termasuk melaksanakan undang-undang mereka. Dan di antara bukti jahatnya mereka dalam masalah menentukan perbatasan-perbatasan antara satu negara dengan negara laim, maka mereka buat satu wilayah yang tidak bertuan baik berbentuk pulau, hutan, gunung, gurun, sungai dan sebagainya. Makar ini mereka maksudkan agar tempat tersebut menjadi ajang pertikaian, perselisihan,dan peperangan antara satu negara dengan negara yang lainnya. Lalu dengan pertikaian mereka mengeruk keuntungan dari segala seginya termasuk menjual senjata dan sebagainya dan pada akhirnya dua negara yang bertikai tersebut akan merujuk kepada mereka dan menjadikan syaitan itu sebagai pengadil.

Coba kita bayangkan di negara arab saja tidak kurang dari 100 titik wilayah tidak bertuan di perbatasan, dan hal ini terus menerus menjadi ajang pertikaian antar negara-negara arab yang berjiran dan menyulut api peperangan antar negara, seperti perang Irak dan Kuwait, perselisihan Oman dan Yaman, perselisihan Mesir dan Sudan, perselisihan Libya dan Chad dan perselisihan Aljazair dan Maghribi dan lain sebagainya termasuk di Asia Tenggara.

Begitu pula di wilayah perbatasan Nusantara, terdapat puluhan tanah tak bertuan yang menjadi rebutan negara-negara tetangga yang mayoritas juga Muslim. Di antaranya kepulauan Natuna memiliki konflik perebutan dengan Malaysia, Brunai, dan China. Pulau Sipadan sebagai 10 pulau terindah di dunia menjadi rebutan Indo-Malay dan dimenangkan oleh Malaysia pada masa pemerintahan Megawati Sukarno Putri. Pada masa akhir jabatan KSAD Ryamizard Ryacudu, pagar perbatasan Kalimantan dengan Sabah berkurang 13 kilo… dll

Dengan pembagian dan pengkotak-kotakan bumi itu yang mana masing-masing mempunyai daulah dan kekuasaan sendiri-sendiri maka menjadi suburlah keyakinan dan perasaan ashabiyah nasionalis dan kebangsaan yang dilarang dan diharamkan Allah Ta’ala. kaum muslimin yang tinggal di negara-negara tersebut – kecuali yang dirahmati Allah – akhirnya lebih sensitif disenggol kebangsaannya daripada Islamnya, kebangsaannya diusik mereka bangkit dan mengasah arit, dari pada masa yang sama Islam diinjak-injak kaum muslimin dimana-mana goyang kaki dan berpangku tangan.

Dan untuk memenuhi tuntutan dan memfungsikan perbatasan-perbatasan tersebut, maka direkalah surat-surat izin untuk melalui perbatasan-perbatasan seperti passport (paspor) dan sebagainya dengan warna-warna tertentu sesuai dengan pesan bos. Dan tidak ada yang paling untung dengan wujudnya selain jaringan iblis dan syaitan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s