Bakri Musthafa Jadi Imam!


يَخْرُجُ غِلْمَانُ سُفَهَاءُ اﻷَحْكَامِ جَهَالٌ يُمَّرِقُوْنَ مِنْ الدِِّيْنِ كَما يُمَّرِقُ السَهْمِ مِنْ الرُّمْيةِ تَحْتَقِرُوْنَ صَلاَتُكُمْ مَعَ صَلاَتِهِمْ وَ صِيَمُكُمْ مَعَ صِيَامِهِمْ

Artinya: “Akan muncul sekelompok kaum muda usia, lemah akalnya akan syareat dan bodoh. Mereka keluar dari Dien seperti anak panah lepas dari busurnya. Mereka meremehkan shalat kalian dibanding shalat mereka dan puasa kalian dibanding puasa mereka”. (HR. Bukhari)

Hadits di atas merupakan salah satu berita mengenai tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Ada sebuah kisah dalam sastra Turki, yang konon terdapat seorang lelaki bernama Bakri Musthafa. Ia selalu memakai pakaian ulama, surban dan jubah sehingga secara lahiriyah orang akan menganggap dia sebagai ulama. Namun batinnya Bakri Musthafa jauh panggang daripada api. Ia langganan meminum khamr, berzina serta melakukan perbuatan maksiat lain.

Suatu hari Bakri Musthafa melewati kerumunan orang yang sedang mengurus jenazah. Mereka tidak menemukan seorangpun diantara mereka yang dapat menshalatkan jenazah. Begitu melihat Bakri Musthafa, maka mereka berujar: “Mullah (kiayi) telah datang, pasti ia dapat mengimami kita shalat jenazah”.

Lalu mereka menemuinya dan berkata:”Ya Syeikh, kemari dan imamilah shalat kami”.
Bakri Mushtafa mengelak, “Tinggalkanlah saya, saya adalah seorang pemabuk, pezina dll. Saya bukanlah orang yang tepat dalam mengerjakan hal ini”.

Tetapi mereka tetap memaksanya, “Engkau adalah Mullah, engkau harus mengimami shalat kami. Surban dan jubah itu menunjukkan bahwa engkau seorang alim”.

Bakri Mushtafa terus mengelak dan kaum itu juga terus memaksa, sampai akhirnya Bakri kalah dan terpaksa bersedia mengimami mereka. Setelah selesai shalat, Bakri duduk didepan mayit sampai bergumam lamat-lamat. Melihat apa yang dilakukan oleh Bakri Musthafa, orang-orang saling berkata, “Barankali syiekh itu mempunyai kemampuan berbicara dengan mayit!”.

Lantas mereka bertanya, “Apa yang engkau katakan dan nasehatkan kepada si mayit untuk menjawab pertanyaan Munkar dan Nangkir?”.

Bakri Mushtafa menjawab, “Saya katakan padanya, jika penghuni akhirat bertanya kepadamu tentang keadaan penduduk dunia, maka katakanlah kepada mereka bahwa Bakri Musthafa telah diangkat menjadi imam!”.

Kisah diatas paling tidak mewakili fenomena kekinian yang sering kita jumpai. Muncul para khatib, imam yang ilmunya sangat minim. Seseorang yang tidak diketahui kapasitas agama dan akhlaknya dijadikan tokoh agama dan lain sebagainya, dan lucunya mereka menganggap bahwa amalan mereka lebih baik dari pada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s