Muqadimah 2


Bismillah …

Isim ditinjau dari harakat terakhirnya terbagai menjadi 2, yaitu:
1.Mu’rob
2.Mabni

Mu’rob adalah isim yang harakat terakhirnya bisa berubah.
Isim المدرسُ (al-mudarisu) bisa berubah harakat terakhirnya menjadi المدرسَ (al-mudarisa) atauالمدرسِ (al-mudarisi), artinya guru.
Perubahan ini disebabkan oleh ‘amil (jabatan kata dalam kalimat)

Sedangkan mabni adalah isim yang harakat terakhirnya tidak berubah atau tetap. Misalnya isim هَؤُﻻَءِ (haulai) artinya mereka, harakat terakhirnya yaitu kasroh tidak bisa berubah menjadi fathah ataupun dhomah. Isim mabni harakat terakhirnya tidak terpengaruh dengan ‘amil.

Mu’rob perubahannya bisa menjadi tiga; yaitu
1. mar’fu tandanya dhomah ـــــٌــــُـــ
2. manshub tandanya fathah ــــًـــــَــــ
3. majrur tandanya kasroh ــــٍــــِــــ

Contoh marfu’
جَاءَ المُدَرِسُ (ja-a al-mudarisu) artinya: Guru itu telah datang
———–
S |
———–

المُدَرِسُ menjadi subyek hukumnya marfu’ tandanya dhomah.

Contoh manshub
رَأَيْتُ المُدَرِسَ (roaitu al-mudarisa) artinya: Aku telah melihat guru itu
————
O |S|
————

المُدَرِسَ menjadi objek hukumnya manshub tandanya fathah

Contoh majrur
سَلَمْتُ عَليَ المُدَرِسِ (salamtu ‘ala al-mudarisi) artinya: Aku telah memberi salam dengan guru itu
—————–
jar majrur|
—————-

المُدَرِسِ menjadi jar majrur hukumnya majrur tandanya kasroh

Jadi, isim yang mu’rob, perubahannya terjadi karena adanya ‘amil. Sedang untuk mabni, juga memiliki hukum dibaca marfu’, manshub dan majrur tetapi harakat terakhirnya tidak berubah sebab mabni. Perhatikan contoh hukum mabni berikut:

Manshub
جَاءَ هَؤُﻻَءِ (ja-a al-haula-i) artinya: Mereka telah datang
———–
S |
———–

هَؤُﻻَءِ menjadi subyek hukumnya marfu’ mabni

رَأَيْتُ هَؤُﻻَءِ (roaitu haula-i) artinya: Aku telah melihat mereka
————
O |S|
————

هَؤُﻻَءِ menjadi objek hukumnya manshub mabni

Contoh majrur
سَلَمْتُ عَليَ هَؤُﻻَءِ (salamtu ‘ala haula-i) artinya: Aku telah memberi salam kepada haula-i
—————–
jar majrur|
—————-

هَؤُﻻَءِ menjadi jar majrur hukumnya majrur mabni

Pertanyaan: Lalu bagaimanakah cara membedakan antara isim yang mu;rob dan mabni? Cara membedakannya ialah dengan mengenali yang mabni saja dan kebetulan jumlahnya tidak banyak. Setelah ktia mengetahui listing isim-isim yang mabni, maka selain list tersebut pastinya mu’rob.

Demikian telaah mengenai mu’rob dan mabni, walhamdulillah.

5 thoughts on “Muqadimah 2

    • He..he.. ditempat ana muqim cuacanya agak beda, wallahu alam mungkin karena di daerah katulistiwa. di sini kadang hujan tapi ada pelanginya. Subhanallah indah sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s