Muqadimah 1


Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh

Seluruh isi Al-Qur’an, matan (redaksi) hadist yang jumlahnya jutaan atau isi kitab-kitab arab bagaimanapun tebal halamannya; susunan kalimatnya hanya terdiri dari dua saja:
Kalau tidak jumlah (kalimat) ismiyah, ya …
jumlah fi’liyah.

Jadi sebenarnya buku-buku mapel atau referensi Nahwu Shorof seperti Al-Jurumiyah atau Al-Fiyah, intinya menjelaskan tentang dua jumlah itu saja.

Untuk bebas dari buta baca kitab gundul itu gampang. Pahami jumlah ismiyah, pahami jumlah fi’liyah. Oleh sebab itu di Pusat Studi Kitab Gundul Al-Ghaist, bulan pertama peserta hanya akan berkutat dengan jumlah ismiyah, dilanjutkan jumlah fi’liyah pada bulan kedua. Sebab inilah pembahasan yang paling penting dan terpenting.

Hasilnya, di bulan pertama peserta mesti -atas ijin Allah- bisa melek baca susunan kalimat gundulan yang terpola dari jumlah ismiyah, sekalipun tidak tahu kosa katanya (mufrodat). Kemudian di bulan kedua, peserta mesti -atas ijin Allah- “ok” baca kalimat yang tersusun dari jumlah fi’liyah.

Lalu apakah definisi dari jumlah ismiyah itu?

Jumlah ismiyah adalah: susunan kalimat yang terdiri dari isim + isim.

Isim adalah: kata benda atau sesuatu yang dianggap sebagai kata benda.

Ingat, kita belajar tata bahasa arab yang tentunya berbeda dengan tata bahasa Indonesia, sehingga cara memahaminya ya …ngikut orang Arab bukan ngikut bahasa kita. Nah, isim adalah kata benda atau sesuatu yang oleh orang Arab dianggap sebagai benda sekalipun oleh orang Indonesia tidak dianggap sebagai kata benda.

Yang termasuk digolongkan ke dalam isim jumlahnya banyak sekali, diantaranya:
1.Nama orang atau orangnya, misal: Muhammad, Ahmad, Fathimah, laki-laki, anak.
2.Nama binatang atau binatang itu sendiri, misal: Macan, Kucing, dll.
3.Nama tumbuhan, pepohonan atau buah-buahan, misal: Kacang, Jati dll.
4.Nama tempat, misal: Terminal, stasiun dll.
5.Kata sifat, misal: tinggi, bodoh dll.
6.Kata tunjuk, misal: ini, itu dll.
7.Kata sambung, misal: yang.
8.Alat, misal: Sapu, Garpu dll.
9.Waktu, misal: dhuhur, asar, sore dll.
10.Benda lain, misal: Metan, alcohol, atom dll.

Coba antum perhatikan sekali-lagi sesuatu yang digolongkan sebagai isim. Tinggi, bodoh, pendek dalam bahasa Indonesia digolongkan sebagai kata sifat, akan tetapi dalam bahasa Arab digolongkan sebagai isim. Begitu pula kata tunjuk dalam bahasa Arab dianggap sebagai isim.

Mari kita kembali lagi ke jumlah ismiyah …Jadi jumlah ismiyah adalah: susunan kalimat yang terdiri dari kata benda + kata benda. Contoh:

*Ini laki-laki
———————-
Ini | Laki-laki
———————
Isim | isim
——————–

*Zaid tampan
———————–
Zaid | tampan
——————–
Isim | isim
——————–

Ana rasa cukup sekian dulu … silahkan dipahami wa nasta’inu billah. Wassalam.

One thought on “Muqadimah 1

  1. ass..saya mahasiswi..
    saya mau bertanya..
    saya di beri tugas oleh dosen saya tentang jumlatul fi’liyah..
    *)nah yang mau saya tanyakan ap saja yang dapat di sebut jumlatul fi’liyah?
    *)apa ada bagian” nya?
    *)apa jumlatul fi’liyah sama dengan fi’il?

    sya tunggu jawaban nya
    syukron..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s